Oleh: Jake Adelstein
6 Februari 2016
Sumber: www.thedailybeast.com

Mafia Jepang sudah bertahun-tahun berusaha menguasai agensi-agensi bakat Jepang. Kini seorang yakuza tampil ke depan untuk menceritakan kisah tersebut.

Yakuza menjalankan Hollywood Jepang

Industri hiburan Jepang dirundung kelompok kejahatan terorganisir dan sepertinya tak banyak yang akan berubah pasca pemberangusan terhadap “Hollywood yakuza”. Contohnya, bulan lalu sepuluh pelawak dari agensi bakat raksasa Yoshimoto Kogyo tersangkut (tidak bersalah, kata mereka) dalam skema penipuan asuransi yakuza yang melibatkan, ehem, pijat gratis. Trik itu dikabarkan menerima bersih lebih dari satu juta dolar. Siapa yang akan dituntut, ini masih suram. Seperti biasanya.

Yang tidak biasa adalah seorang bos yakuza memecah kode bungkam dan memperbincangkan bagaimana agensi bakat tempatnya bekerja mengintimidasi para bintangnya dan media, bahkan memanfaatkan yakuza lain untuk membereskan pekerjaan.

Sebagaimana diberitakan dalam The Daily Beast dahulu, ketika wanita Jepang pertama yang memenangkan gelar Miss International dalam kurun lima dekade, Ikumi Yoshimatsu, menolak bekerja untuk agensi bakat berkoneksi mafia manapun, dia mendapati bahwa mempertahankan hal yang benar adalah jalan mujarab untuk diturunkan dari takhta dan diboikot dari dunia hiburan Jepang.

Kekuasaan agensi bakat sangat parah dan menindas—baru akhir-akhir ini sebuah pengadilan Jepang memutus bahwa agensi tak boleh melarang seorang idola perempuan untuk punya pacar. Agensi sang idola bahkan menggugatnya lantaran berani memiliki kehidupan pribadi.

Dalam kasus Yoshimatsu, pada Desember 2013 dia dan pengacaranya menggelar konferensi pers di Foreign Correspondents’ Club of Japan guna menjelaskan rentetan peristiwa yang menggiringnya mengajukan tuntutan pidana dan perintah penahanan terhadap salah seorang eksekutif agensi bakat paling berpengaruh di Jepang.

Terduga penguntitnya adalah Genichi Taniguchi, juga dikenal sebagai Motokazu, presiden Pearl Dash dan eksekutif di K-Dash, salah satu agensi bakat terbesar di Jepang, yang di antaranya bintangnya adalah Ken Watanabe dari film The Last Samurai dan Inception.

Menurut ratu kecantikan Yoshimatsu dan pengacaranya, yang memiliki dokumentasi penting, mencakup bukti video dan audio, masalahnya dimulai sebelum dia dimahkotai Miss International pada Oktober 2012, saat sedang ditangani oleh agensi bakat kecil.

Pada musim semi 2012, seorang mantan promotor tinju dan kolega yakuza muncul di perusahaan manajemen rekanannya. Dia dibawa dengan mobil ke kantor Burning Productions, agensi bakat paling berpengaruh di Jepang. Dia diperkenalkan kepada Ikuo Suho, sering dijuluki “gembong industri hiburan Jepang”. Dia diminta bekerja untuknya atau salah satu koleganya.

Menurut polisi dan sumber-sumber bawah tanah, Suho mengawali karir sebagai sopir untuk seorang senator dan mantan anggota kelompok kriminal Inagawa-kai. Suho mendirikan Burning Productions dan mengunci peran sebagai pemain utama dalam industri hiburan Jepang, tapi itu tidak terwujud tanpa perjuangan.

Peluru-peluru ditembakkan ke kantor Burning Productions pada Mei 2001, sebagai bagian dari perang geng. Pada 2007, arsip polisi, yang tak sengaja bocor ke situs berbagi arsip oleh seorang perwira Tokyo Metropolitan Police, menunjukkan Burning Productions terdaftar sebagai “perusahan klien” Yamaguchi-gumi dan Goto-gumi.

Kata Nn. Yoshimatsu, setelah meneliti dan mencaritahu lebih banyak tentang kelompok itu, “Saya merasa sangat tidak nyaman pernah dibawa kesana. Saya juga dengar rekaman suara Tn. Suho sedang berbicara soal hubungannya dengan sebuah keluarga kriminal.”

Dia menolak bergabung dengan Burning Productions atau K-Dash dan, menurut Nn. Yoshimatsu, dirinya lantas diintimidasi oleh manajer sebuah firma relasi Burning Productions yang menyela acara televisi yang sedang dibintanginya, mengutus detektif-detektif swasta ke rumahnya, dan mengirim surat ancaman kepada keluarganya.

Pasca konferensi pers yang tak pernah ada presedennya, dukungan khalayak untuknya tinggi, dan bahkan isteri Perdana Menteri Shinzo Abe memihaknya.

Yoshimatsu menggugat ganti rugi kepada Taniguchi. Taniguchi menyangkal tuduhan, balas menggugatnya atas pencemaran nama baik, dan kasus-kasus ini masih berjalan di pengadilan, tapi persis di tengah semua manuver hukum, datang sebuah kejutan.

Kazuo Kasaoka, pemimpin kelompok yakuza Matsura-gumi (Kobe), menyampaikan pernyataan kepada pengadilan yang melukiskan hari-harinya saat dipekerjakan oleh kepala Burning Productions, melakukan pekerjaan kotor untuk firma, katanya, dan menyaksikan kegiatan jahat orang lain.

The Daily Beast memperoleh salinan pernyataannya dan kemudian mewawancarai Kasaoka guna mencaritahu kenapa dia mau mempertaruhkan lehernya untuk bersaksi demi sang ratu kecantikan. Orang boleh berspekulasi bahwa Kasaoka termotivasi oleh perasaan dendam karena dia ditipu oleh Suhi dalam urusan masa lalu mereka, tapi dia memberi alasan berbeda.

Dalam dokumen bertanggal 13 November, Kasaoka mengawali dengan mengakui dirinya adalah pemimpin sebuah kelompok sayap kanan dan pemimpin Matsura-gumi generasi kedua, beriwayat kriminal.

“Berdasarkan pengalaman saya bekerja untuk CEO Burning Productions, intimidasi yang dialami Nn. Yoshimatsu sangat mirip dengan apa yang saya lihat dan dengar sewaktu bekerja di sana,” tulis sang veteran yakuza. “[Sebagai contoh], ancaman Taniguchi [terduga penguntit] kepada Yoshimatsu, ‘Jika kau tidak bekerja untuk kami, kami akan pastikan kau tak bisa memperoleh pekerjaan di industri hiburan,’ dan intimidasi yang terjadi setelah dia menolak, semisal penguntitan, penggunaan media, pengusikan keluarga, penekanan terhadap sponsor [agar tidak menyewanya]… saya merasa, sungguh biadab sekelompok orang yang mengaku pria berkumpul menggertak seorang wanita, dan inilah alasan saya tampil ke depan untuk membuat pernyataan.”

Kasaoka bersumpah tidak menerima sepeser pun atas pernyataannya untuk kepentingan Yoshimatsu. Kasaoka juga mengakui bahwa kelompok kejahatan terorganisir telah memainkan peran besar dalam menjalankan industri hiburan Jepang sejak akhir 1940-an dan masih mencengkeram kuat bisnis tersebut.

Dalam pernyataan itu dan wawancara kami, Kasaoka membahas pekerjaannya sebagai pengawal Suho, si gembong industri hiburan, selama 10 tahun. Selama masa itu dia mengklaim 1) Suho memakai kelompok yakuza manapun yang mau menolongnya memecahkan masalah; 2) Taniguchi (terduga penguntit) dan Suho sering bekerjasama, dan tak segan menggunakan yakuza atau kelompok-kelompok sayap kanan untuk merusak karir selebriti atau aktor/aktris yang menentang mereka; 3) Kasaoka membantu mengatur pesta seks dan narkoba liar untuk manajemen dan penyokong Burning Productions.

Kasaoka berkata, akhirnya dia berpisah jalan dari Suho pada 2005 ketika Suho memintanya membunuh seorang aktris, Miki Mizuno, yang memutuskan keluar dari agensi bakat itu. Permintaan ini tidak muncul tiba-tiba. Kasaoka bercerita kepada The Daily Beast bahwa dirinya telah didakwa atas banyak kejahatan seumur hidupnya, “termasuk pembunuhan,” ungkapnya, “tapi itu saat saya masih muda dan lekas marah, Saya tak mau membahas seluk-beluknya. Saya takkan pernah berbuat itu lagi.” Ketika Kasaoka menolak perintah Suho dan memintanya hati-hati bicara, Suho mengganti kata-katanya dengan, “Hapus dia.”

Menurut Kasaoka, ketika dirinya menolak tugas itu, hidup Mizuno selamat, tapi Suho mendeklarasikan, tak ada studio TV, acara TV, atau perusahaan produksi yang akan menggunakannya, dan tak ada media yang boleh menampilkannya. Dia lalu memberlakukan tekanan selama bertahun-tahun.

Dalam wawancara kami Kasaoka menduga Burning Productions dan Taniguchi masih menggunakan yakuza untuk menekan musuh dan mengubur skandal. Jika benar, ini akan menjadi masalah serius karena sejak 1 Oktober 2011 membayar yakuza untuk suatu jasa adalah ilegal.

Suho ataupun Taniguchi tidak mau mengomentari pernyataan atau tuduhan ini. Sumber-sumber kepolisian Jepang mengakui di latar belakang bahwa Kasaoka memang pernah bekerja sebagai pengawal Suho dan pernah menjadi bos yakuza.

Taniguchi memang menyangkal mengintimidasi Nn. Yoshimatsu dalam komentar terdahulu kepada The Daily Beast dan mengklaim tak pernah mengutus detektif swasta ke rumahnya melainkan pengacara yang berbuat itu.

Pengacaranya membantah keras mengirim detektif.

Agen Ikumi Yoshimatsu, Matt Taylor, berkata kepada The Daily Beast, “Kita tidak bisa membahas status mutakhir perkara. Tapi sejak pengadilan Jepang membuat kekeliruan dengan memperkenankan Taniguchi mengakses apartemen Nn. Yoshimatsu pada Oktober 2014, barangkali mereka merasa segan mengakui telah berbuat keliru. Pengadilan di sini memihak bisnis besar. Selalu begitu. Keadilan dan perlindungan bagi kaum wanita masih sukar dipahami di Jepang karena kesetaraan gender tertinggal berdekade-dekade di belakang bagian dunia industri lain.”

Undang-undang anti-penguntitan di Jepang sangat lemah, sehingga menjadikan intimidasi sebagai alat efek bagi yakuza. Dukungan khalayak untuk Yoshimatsu di Jepang dan mancanegara menguat sebagian karena dia angkat bicara mengenai masalah penguntitan.

Kasaoka yang berhaluan sayap kanan-jauh berkata kepada The Daily Beast saat wawancara: “Saya tidak suka pandangan politik Yoshimatsu,” yang jauh lebih liberal daripada pandangannya, “dan saya enggan berbicara untuk kepentingannya. Para anggota Yamaguchi-gumi menyuruh saya untuk tidak membahas Burning Productions. Bahkan polisi, yang kebanyakan pensiun menuju jabatan di Burning, mengintimidasi saya lantaran angkat bicara. Tapi saya kakek tua dengan katup jantung yang buruk dan saya ingin berbuat sesuatu yang layak sebelum saya mati. Penjahat, penggertak, dan yakuza tidak seharusnya menjalankan industri hiburan Jepang. Itulah kenapa mutunya begitu jelek. Saatnya berubah. Tapi pengadilan, polisi, media—mereka mendukung status quo, tak peduli salah atau benar. Beginilah Jepang.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s