Oleh: Jake Adelstein
16 Desember 2015
Sumber: cnn.com

Pada bulan Agustus, kelompok kriminal terbesar di Jepang, Yamaguchi-gumi, pecah menjadi dua faksi utama, berpotensi menciptakan perang geng yang mungkin melibatkan ke-21 kelompok kriminal terpilih di Jepang.

Kenichi Shinoda (tengah), ketua sindikat kejahatan terorganisir, Yamaguchi-gumi, setelah dibebaskan dari penjara pada 2011.
Kenichi Shinoda (tengah), ketua sindikat kejahatan terorganisir, Yamaguchi-gumi, setelah dibebaskan dari penjara pada 2011.

Kelompok baru itu, yang secara resmi dibentuk di awal September, menyebut diri mereka Kobe Yamaguchi-gumi dan sedang membangun persekutuan dengan kelompok-kelompok kejahatan terorganisir lain. National Police Agency menyatakan mereka menggelar rapat darurat untuk berunding bagaimana menangani krisis ini, dan kepolisian sedang siaga nasional.

Para perwira polisi menyergap markas pusat kelompok pecahan Yamaguchi-gumi, Yamaken-gumi, pada 9 September 2016 di Kobe, Jepang.
Para perwira polisi menyergap markas pusat kelompok pecahan Yamaguchi-gumi, Yamaken-gumi, pada 9 September 2016 di Kobe, Jepang.
Pensiunan bos yakuza, yang tak mau diidentifikasi, berada di kediamannya di Tokyo pada 2009. Tato pada punggungnya menampilkan ikan karper sedang berenang ke hulu melawan air terjun.
Pensiunan bos yakuza, yang tak mau diidentifikasi, berada di kediamannya di Tokyo pada 2009. Tato pada punggungnya menampilkan ikan karper sedang berenang ke hulu melawan air terjun.
Mantan anggota yakuza berumur 53 tahun memamerkan jari silikonnya dalam sebuah kunjungan ke kantor spesialis prostetik Shintaro Hayashi di Tokyo. Ada dua situasi di mana anggota geng terpotong jarinya, biasanya kelingking: ketika dia melakukannya sebagai pengganti bayar utang atau menebus kesalahan yang dapat mengancam keanggotaan atau nyawanya, disebut “jari kematian”. Jika dia korbankan satu jari demi bawahan atau teman, itu disebut “jari kehidupan”.
Mantan anggota yakuza berumur 53 tahun memamerkan jari silikonnya dalam sebuah kunjungan ke kantor spesialis prostetik Shintaro Hayashi di Tokyo. Ada dua situasi di mana anggota geng terpotong jarinya, biasanya kelingking: ketika dia melakukannya sebagai pengganti bayar utang atau menebus kesalahan yang dapat mengancam keanggotaan atau nyawanya, disebut “jari kematian”. Jika dia korbankan satu jari demi bawahan atau teman, itu disebut “jari kehidupan”.
Kerabat menggotong jenazah Iccho Ito, walikota Nagasaki yang ditembak dan dibunuh oleh anggota Yamaguchi-gumi, Tetsuya Shiroo, pada 8 April 2007.
Kerabat menggotong jenazah Iccho Ito, walikota Nagasaki yang ditembak dan dibunuh oleh anggota Yamaguchi-gumi, Tetsuya Shiroo, pada 8 April 2007.

Di dunia bawah tanah Jepang, 21 kelompok kejahatan terorganisir lain sedang mencoba memutuskan ke arah mana angin berhembus dan dengan siapa mereka bersekutu. Keretakan terakhir di Yamaguchi-gumi, yang berawal pada 1984, menghasilkan peperangan epik selama beberapa tahun yang ditandai dengan pembunuhan [politik], upaya pengeboman, dan baku tembak yang menakuti dan memikat negeri tersebut.

Tetsuya Shiroo, anggota geng lokal yang berafiliasi dengan Yamaguchi-gumi, menembak dan membunuh walikota Nagasaki pada 2007.
Tetsuya Shiroo, anggota geng lokal yang berafiliasi dengan Yamaguchi-gumi, menembak dan membunuh walikota Nagasaki pada 2007.

Jepang mempunyai undang-undang pengendalian senjata amat ketat, dan tahun lalu terdapat enam kematian terkait senjata di negeri berpenduduk 127 juta orang ini, berdasarkan statistik National Police Agency. Kemungkinan menyalanya kembali perang geng membuat masyarakat umum sangat cemas.

Siapa yakuza?

Yakuza adalah istilah umum untuk kelompok kejahatan terorganisir di Jepang: mafia Jepang. Secara tradisional mereka adalah federasi penjudi dan pedagang kaki lima, tapi meski yakuza senang menggembar-gemborkan sejarah mereka bermula sejak ratusan tahun silam, kelompok tertua yang langgeng, menurut perkiraan pengarang Kazuhiko Murakami, adalah Aizukotetsu-kai di Kyoto, didirikan pada 1870-an.

Sementara banyak kelompok yakuza berawal sebagai asosiasi judi longgar, mereka sebetulnya memperoleh pengakuan di tengah kekacauan pasca Perang Dunia II, pertama-tama menjalankan pasar gelap, menyediakan perjudian, dan hiburan—bahkan mengelola beberapa bintang dan penyanyi top Jepang pasca perang—sebelum masuk ke konstruksi, real estate, dan terlibat dalam pemerasan, penggertakan, dan penipuan. Dan kemudian, tentu saja, politik.

Jepang memulai penyelidikan terhadap Yakuza dan bank
Jepang memulai penyelidikan terhadap Yakuza dan bank

Ada 21 kelompok utama dengan lebih dari 53.000 anggota, menurut National Police Agency. Tiga kelompok terbesar adalah Yamaguchi-gumi (23.400), Inagawa-kai (6.600), dan Sumiyoshi-kai (8.500). Yakuza tidak dilarang, mereka diatur dan dipantau.

Banyak dari kegiatan penghasil uang yang mereka lakukan adalah ilegal tapi mereka juga menjalankan usaha-usaha sah. Pemimpin Yamaguchi-gumi generasi ketiga, Kazuo Taoka, dikenal pernah berkata kepada para pengikutnya, “Milikilah pekerjaan sungguhan.” Mereka mengklaim sebagai kelompok kemanusiaan yang memelihara ketertiban di Jepang. Ini sebabnya mereka punya gedung kantor, kartu bisnis, majalah penggemar, dan buku komik mengenai perbuatan berani mereka.

Anggota yakuza cenderung berasal dari kelompok yang terpinggirkan di masyarakat Jepang secara tradisional—orang-orang Korea-Jepang yang orangtua dan eyangnya dibawa ke Jepang sebagai budak pekerja dan anggota dari bekas golongan buangan Jepang, menurut Mitsushiro Suganuma, mantan perwira Public Security Intelligence Agency.

Yamaguchi-gumi bermula sebagai jasa pengiriman pekerja di dermaga-dermaga Kobe pada 1915—tahun 2015 menandai seratus tahunnya—dan lambang perusahaan mereka dikenal oleh setiap orang.

Seberapa banyak kebenaran legenda yakuza?

Saat bicara tentang yakuza di barat, kita condong membayangkan penjahat bertato lebat dan gangster ningrat tanpa jari kelingking.

Generasi tua yakuza memang menyukai tato, tapi ini tak lagi disukai karena pertama-tama dimanfaatkan sebagai pengenal oleh pihak berwajib, dan belakangan meraih popularitas dengan meluasnya subhimpunan orang Jepang. Tato tradisional sangat menyakitkan saat dibuat dan menunjukkan orang itu keras, membelakangi masyarakat, dan punya uang.

Tato juga menjadi pemerekan korporat (corporate branding) terbaik—sebagian anggota geng memasang tato lambang organisasi di dada mereka. Itu mengakibatkan sulitnya berganti pekerjaan atau organisasi.

Yakuza tidak mengalami potong jari sebagai hukuman. Ada dua situasi di mana seorang yakuza memotong jari, biasanya keliling. Yakni ketika melakukannya sebagai pengganti bayar utang, atau untuk menebus kesalahan dan tetap di organisasi atau tetap hidup, ini disebut “jari kematian”. Jika yakuza mengorbankan jari demi bawahan atau teman, itu “jari kehidupan”.

Spesialis prostetik Shintaro Hayashi, kiri, memeriksa jari silikon mantan anggota yakuza di Tokyo.
Spesialis prostetik Shintaro Hayashi, kiri, memeriksa jari silikon mantan anggota yakuza di Tokyo.

Seorang mantan bos yakuza terkadang menolak menerima jari pengganti utang dengan berkata, “Saya tidak mengubah ini jadi uang. Bawakan saya uang tunai.”

Anggota muda menghindari pengukiran tubuh atau pemotongan jari karena itu menarik perhatian yang tak diinginkan.

Apa yang mereka kendalikan di Jepang, dan mancanegara?

Di Jepang, yakuza memegang kendali industri hiburan—banyak agensi bakat besar mempunyai koneksi yakuza dan memerintah kerajaan mereka secara bengis. Kepala National Police Agency pada 31 Agustus 2011 menyatakan di depan umum: “Kami akan berbuat apapun yang diperlukan untuk membantu industri hiburan memutus koneksi mereka dengan kelompok kejahatan terorganisir.”

Yamaguchi-gumi bahkan dikaitkan dengan pendanaan salah satu dari banyak girl band remaja imut yang menjamur di Jepang. Manajemen band belum mengomentari klaim ini, yang diwartakan dalam majalah-majalah mingguan Jepang.

Menurut National Police Agency, mereka punya pengaruh besar di bidang konstruksi, real estate, bursa uang, pengiriman pekerja, serta industri TI dan keuangan. Mereka juga memasok banyak pekerja untuk industri nuklir Jepang dan memiliki pengaruh dalam pembersihan bencana Fukushima yang tak kunjung kelar, menurut laporan media berbahasa Jepang dan Inggris dan buku-buku semacam Yakuza and The Nuclear Industry karangan Tomohiko Suzuki.

Video terkait: Perspektif baru terhadap Fukushima
Video terkait: Perspektif baru terhadap Fukushima

Para anggota yakuza, menurut Reuters, ditahan pada 2013 lantaran menyusup ke dalam raksasa konstruksi yang ditugasi pembersihan Fukushima dan menyediakan pekerja ilegal.

“Kami sangat prihatin insiden ini terus terjadi satu persatu,” kata Junichi Ichikawa, juru bicara Obayashi, seraya menambahkan bahwa perusahaan sedang memeriksa firma-firma subkontraktornya untuk memastikan mereka tidak bertalian dengan anggota geng. “Ada unsur-unsur pekerjaan kami yang tidak cukup berhasil.”

Yamaguchi-gumi disebut sebagai kelompok ekuitas swasta terbesar kedua di Jepang. Karena mereka adalah penjudi dan mengetahui, dan siap memakai, informasi orang dalam, mereka memandang pasar saham sebagai kasino, di mana mereka adalah penonton. Yakuza modern memanfaatkan jaringan pria dan wanita yang bekerja di industri “perhotelan” Jepang—pengiring, “tuan rumah” dan “nyonya rumah”—untuk menghimpun informasi yang dapat dipakai menggertak para ekskutif perusahaan, politisi, dan birokrat guna memaksimalkan laba di bidang peminatan mereka.

Video terkait: Departemen Keuangan AS mengincar Yakuza
Video terkait: Departemen Keuangan AS mengincar Yakuza

Departemen Keuangan AS telah mencap Yamaguchi-gumi sebagai kelompok kejahatan terorganisir lintas-benua dan bahkan menjatuhkan sanksi pada kelompok lapis kedua yang memerintah mereka.

“Dalam rangka menjalankan kegiatan kriminalnya, yakuza menjalin hubungan dengan afiliasi kriminal di Asia, Eropa, dan Amerika. Di AS. Yakuza terlibat dalam penyelundupan narkoba dan pencucian uang,” bunyi pernyataan di bulan April.

“Mencakup aksi hari ini, OFAC (Office of Foreign Assets Control) telah menunjuk 13 anggota senior yakuza dan lima entitas yakuza—Yamaguchi-gumi, Sumiyoshi-kai, Inagawa-kai, Kudo-kai, dan Kodo-kai. Penunjukan Kodo-kai hari ini menandai pertama kalinya afiliasi yakuza lapis kedua diincar.”

Seberapa besar pengaruh yang mereka miliki?

Bahkan partai berkuasa Jepang tidak kebal terhadap pengaruh yakuza. Seorang yakuza terkenal, Yoshio Kodama, mendanai Partai Demokratik Liberal di tahun-tahun perdananya, dicatat dalam Yakuza: Japan’s Criminal Underworld karangan David E. Kaplan dan Lec Dubro.

Menteri Pendidikan Jepang diduga menerima sumbangan politik dari sebuah perusahaan kedok yakuza. Usai menyangkalnya, dia kemudian mengakui mendapat sumbangan 180.000 yen ($1500) yang sejak saat itu telah dikembalikan. Dia menepis pelanggaran lain.

Anggota kabinet Abe lainnya, Eriko Yamatani, yang mengepalai Public Safety Commission, lembaga pengawas National Police Agency, “dicurigai bergaul” dengan kelompok rasis sayap kanan yang memiliki pertalian dengan yakuza. Setelah berpose dalam sebuah foto tahun 2009 bersama para anggota Zaitokukai, kelompok yang dimaksud, pemerintah menyatakan dia tidak tahu bahwa orang-orang dalam foto terkait dengan kelompok tersebut.

Eriko Yamatani menyangkal pertalian dengan kelompok sayap kanan yang dikenal atas ujaran kebenciannya.
Eriko Yamatani menyangkal pertalian dengan kelompok sayap kanan yang dikenal atas ujaran kebenciannya.

Saat ditanya mengenai hal ini di pidato Foreign Correspondents’ Club of Japan, Yamatani tak mau mengungkapkan pendapatnya tentang pandangan organisasi itu.

Wakil Ketua Komite Olimpiade Jepang juga pernah difoto bersama seorang anggota tinggi Sumiyoshi-kai. Sang pejabat, Hidetoshi Tanaka, mengklaim foto-foto dirinya bersama kepala Yamaguchi-gumi yang dipublikasikan tahun lalu adlaah palsu.

Di dunia bisnis, mereka adalah jalan terakhir dalam melumat serikat buruh, skandal, dan menemukan pekerja untuk pekerjaan yang tak diinginkan siapapun.

Apa makna kegiatan teranyar Yakuza ini bagi Jepang?

Pecahnya Yamaguchi-gumi menjadi dua kelompok di akhir Agustus dapat memicu perang geng di Jepang.

Yamaguchi-gumi sudah punya 72 faksi sebelum pecah. 21 kelompok kejahatan terorganisir lain di Jepang harus memutuskan kelompok mana yang akan didukung: garda lama atau para pemberontak. Itu bisa membuat kelompok-kelompok semisal Inagawa-kai, kelompok terbesar ketiga, retak saat faksi-faksi mereka menentukan kesetiaan.

Sumiyoshi-kai, kelompok kriminal terbesar kedua, mungkin sudah retak dalam menanggapi konflik Yamaguchi-gumi. Menurut sumber-sumber kepolisian, faksi kuat Kohei-Ikka telah menyatakan kesetiakawanan dengan “Yamaguchi-gumi Kobe” dan mungkin pecah dari Sumiyoshi-kai untuk bergabung dengan mereka.

Satu hal yang seharusnya menjaga angka korban tetap rendah adalah bahwa berdasarkan hukum perdata, para bos yakuza bisa digugat atas kerugian yang ditimbulkan oleh bawahan mereka. Pada 2012, Goto Tadamasa, mantan bos kriminal, membayar $1,4 juta kepada keluarga seorang agen real estate yang dibunuh oleh anak buahnya. Dia tak pernah dijatuhi hukuman di pengadilan pidana.

Anggota Yamaguchi-gumi berkumpul di pemakaman pemimpin mereka di Kobe, Jepang.
Anggota Yamaguchi-gumi berkumpul di pemakaman pemimpin mereka di Kobe, Jepang.

Dalam yakuza modern, uang lebih berharga daripada darah. Itu sebabnya faksi pemberontak di Yamaguchi-gumi mungkin dapat menang cukup dengan menawarkan iuran asosiasi lebih rendah kepada orang-orang yang bergabung.

Catatan Editor:

Jake Adelstein adalah jurnalis investigasi dan koresponden khusus untuk LA Times, The Daily Beast, dan VICE News. Dia telah meliput kelompok kejahatan terorganisir di Jepang sejak 1993 dan merupakan pengarang Tokyo Vice, Operation Tropical Storm: How an FBI Jewish-Japanese Special Agent Snared a Yakuza Boss in Hawaii, dan The Last Yakuza yang akan terbit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s