Yakuza Menjalankan Hollywood Jepang

Industri hiburan Jepang dirundung kelompok kejahatan terorganisir dan sepertinya tak banyak yang akan berubah pasca pemberangusan terhadap “Hollywood yakuza”. Contohnya, bulan lalu sepuluh pelawak dari agensi bakat raksasa Yoshimoto Kogyo tersangkut (tidak bersalah, kata mereka) dalam skema penipuan asuransi yakuza yang melibatkan, ehem, pijat gratis. Trik itu dikabarkan menerima bersih lebih dari satu juta dolar. Siapa yang akan dituntut, ini masih suram. Seperti biasanya.

Yakuza – Dunia Kriminal Bawah Tanah Jepang yang Kelam

Di dunia bawah tanah Jepang, 21 kelompok kejahatan terorganisir lain sedang mencoba memutuskan ke arah mana angin berhembus dan dengan siapa mereka bersekutu. Keretakan terakhir di Yamaguchi-gumi, yang berawal pada 1984, menghasilkan peperangan epik selama beberapa tahun yang ditandai dengan pembunuhan [politik], upaya pengeboman, dan baku tembak yang menakuti dan memikat negeri tersebut.

Geng Taiwan Mendunia

Menurut National Police Agency (NPA) Taiwan, geng-geng di Taiwan terbagi berdasarkan garis etnis, dengan dua geng terbesar – Bamboo Union dan Four Seas – yang terdiri dari orang China daratan dan keturunannya yang lari ke Taiwan bersama KMT. Bamboo Union memiliki lebih dari 10.000 anggota di seluruh dunia, menurut US Custom Service, sedangkan Four Seas memiliki sekitar 2.000 anggota.

Perbudakan Seks Adalah Bisnis Besar di Eropa

Wanita-wanita ini diangkut ke arah barat untuk “dijinakkan” dengan cara diperkosa dan dipukuli. Di kota-kota semisal Belgrade, Yugoslavia, wanita-wanita pingsan berbaring telanjang di apartemen terpisah, menanti untuk dibeli oleh germo. Seorang wanita bisa laku sedikitnya seharga $500 atau sebanyaknya seharga $10.000.

Pemerintah dan Kejahatan Terorganisir, Sejarah Koeksistensi

Di sepanjang sejarah, kejahatan berjalan bersama pemerintah, ia hadir di setiap masyarakat yang dikenal, mencakup dinasti, imperialisme, kolonialisme, monarki, komunisme, sosialisme, dan demokrasi modern. Di dunia kontemporer, organisasi kejahatan masih sukses dalam bisnis mereka. Beberapa pemerintah, di sisi lain, tidak dapat dibedakan dari kejahatan terorganisir lantaran korupsi dan pelanggaran hukum dalam aktivitas mereka.